Selasa, 07 Juli 2015

Membangun Citra Diri Positif Guru

Guru sebagai seorang yang mendidik dan mengajar, tentu memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain pada umumnya. Banyak orang yang secara keilmuwan memiliki ilmu yang tinggi, pengetahuan yang luas. Namun sangat sedikit di antara mereka yang mampu menjadi  seorang pendidik dan pengajar yang baik.
Sebagai seorang yang mendidik dan mengajar , guru harus memiliki mental yang tercermin pada setiap tutur kata, perilaku dalam  kehidupannya sehari-hari baik ketika berada di sekolah, di lingkungan sosial masyarakat dan di rumah.
Citra diri positif seorang guru tergambar jelas dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan pada seluruh aktifitasnya baik ketika sedang mengajar ataupun tidak sedang mengajar.

Seorang guru sudah cukup pantas dinilai memiliki citra diri positif apabila mampu menunjukkan hal-hal berikut :
  • Menghargai orang lain ( termasuk siswanya ) sebaik menghargai dirinya sendiri
  • Selalu memberikan upaya terbaik dalam segala aktifitas yang dilakukannya dengan perannya sebagai guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik dan agen pembelajaran
  • selalu bekerja menuju ke arah pencapaian yang lebih baik
  • Selalu mendorong orang lain ( siswa, teman sejawat, orangtua siswa, masyarakat sekitar ) untuk bisa menikmati kesuksesannya
Bagaimana memiliki citra diri positif ?
Citra diri positif seseorang ( terutama guru ) dapat di upayakan melalui beberapa tindakan yang dilakukan secara sadar, ikhlas dan kontinew. 
Jika Anda seorang Guru , berikut ini adalah beberapa hal yang bisa anda lakukan / latihkan agar Anda memiliki Citra Diri Positif  :
  1. Selalu berupaya dalam ketaatan dan kepatuhan pada Tuhan
  2. Selalu berupaya menghargai orang lain siapapun dia
  3. Selalu berpikir positif / berprasangka baik dalam menghadapi segala hal
  4. Selalu bersikap jujur dalam perkataan maupun tindakan
  5. Mengajarkan apa yang Anda  bisa. yang Anda  mampu kepada orang lain di sekitarnya
  6. Mengingat momen yang paling membahagiakan Anda  ( dalam melaksanakan tugas ) ketika kehilangan motivasi
  7. Menuliskan sifat Anda yang paling menarik ( disukai ) oleh orang lain
  8. Menuliskan sifat-sifat yang ingin Anda miliki
  9. Memeberikan pujian kepada orang lain ( siswa, teman sejawat, dll ) sekecil apapun yang nampak
  10. Lebih sering bergerak ( aktif )
Citra diri adalah sesuatu yang tentunya akan selalu melekat pada diri Anda sehingga ketika citra diri Anda sudah positif maka Anda akan menjadi pribadi yang tangguh, dipercaya, disegani hingga citra diri positip yang melakat pada diri Anda mampu menjadi inspirasi bagi orang lain ( siswa , rekan sejawat dan masyarakat pada umumnya )  untuk mengikutinya.
Dan sebaliknya, citra diri negatif juga akan membawah pengaruh yang tidak baik bagi orang lain terutama siswa Anda. Ingat, satu contoh keburukan jauh lebih mudah ditiru oleh anak daripada 100 contoh kebaikan.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 01 April 2015

Pedoman / Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Salah satu tugas pokok seorang guru adalah menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau lebih mudah dikenal dengan sebutan RPP. Sehingga bisa dikatakan bahwa kemampuan dasar seorang guru salah satunya adalah kemampuannya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang tepat. 
Sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. Kegiatan inti ini merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar ( KD ). Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan ini dilakukan secara sistematik dan sistemik melalui proses EKSPLORASI-ELABORASI-KONFIRMASI yang disingkat menjadi EEK.
Apa dan bagaimana proses tersebut ?
Simak terus uraian di bawah ini, sampai Anda benar-benar mengerti dan memahaminya.

Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt

Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt

Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Kegiatan Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru melakukan kegiatan berikut: 
Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema Materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber; Menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; 
Melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan Memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan. 
Macam-macam alternatif kegiatan eksplorasi: 
Membaca tentang, Mendengar tentang, Berdiskusi tentang model (teks/ karya), Mengamati demonstrasi, Mengamati simulasi kasus, Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar), Mencoba melakukan kegiatan trtentu, Membaca kasus (bedah kasus), Talk show, Berwawancara dengan sumber tertentu (menggali informasi), Observasi terhadap lingkungan, Mencoba melakukan kompetensi dengan kemampuan awalnya, Mencoba bereksperimen, Bernyanyi (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas) ataupun Bermain (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas) 

Kegiatan Elaborasi. 
Dalam kegiatan elaborasi, guru melakukan hal-hal berikut. 
Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna; 
Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; 
Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; 
Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; 
Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik. 
Macam-macam alternatif kegiatan elaborasi: 
Diskusi/ mandiri, Mengidentifikasi ciri, Menemukan konsep, Melakukan generalisasi, Mencari bagian-bagian, Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan, Memasukkan dalam kelompok yang mana (memilah-milah), Membandingkan dengan dunia nyata atau pengetahuan yang telah dimiliki (analisis beda dan persamaannya), Menganalisis mengapa terjadi begini/ begitu dari hasil eksperimen/ demonstrasi, Meramalkan apa yang akan terjadi dari eksperimen, Mengidentifikasi mana yang beda/sama dengan model bandingkan/kriteria dan mana yang lebih baik, Mengidentifikasi apa yang salah/benar, mengapa salah/benar, Mengurutkan, Mengelompokkan, Mengkombinasikan, Menyusun mana yang berhubungan dan mana yang tidak, Menguhung-hubungkan (mencari model hubungan), Memasangkan contoh dan bukan contoh (memanfaatkan model bandingan untuk elaborasi) 

Kegiatan Konfirmasi. 
Dalam kegiatan konfirmasi, guru melakukan kegiatan-kegaiatan berikut. 
Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, 
Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar; Berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar; 
Membantu menyelesaikan masalah; Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; 
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh; Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 
Macam-macam alternatif kegiatan konfirmasi: 
Penyimpulan, , Memberikan balikan apa yang dikerjakan peserta didik, Penjelasan mengapa salah, Penjelasan mana yang benar dan yang salah, Meluruskan yang salah, Menegaskan yang benar, Melanjutkan/ menambahkan yang kurang, Mengangkat kasus yang salah dan yang benar - menjelaskan mengapa salah/benar, Menyimpulkan konsep, kriteria , prinsip, cara mencapai yang lebih baik, contoh dan bukan contoh, Memperluas contoh yang bebar dan yang salah, Menjelaskan bagaimana seharusnya atau Menciptakan rubrik. 

Demikian pedoman atau panduan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) yang harus dibuat oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran.
Semoga bermanfaat.

Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt
Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran. ” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.”Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Copy and WIN : http://ow.ly/KfYkt